Cari Blog Ini

Senin, 13 Mei 2019

ADA STONEHENGE DI YOGYAKARTA

Stonehenge adalah bangunan yang masih menjadi misteri. Banyak spekulasi dari beberapa ahli tentang sejarah bangunan tersebut. Mulai dari sejarah pembuatan dan tentang tujuan pembuatan bangunan. tatanan batu yang tidak beraturan dan tidak membentuk apapun. Hanya tumpukan batu dan terdapat di tengah Padang rumput.

Itu adalah gambaran Stonehenge yang ada di Inggris sana. Namun kini kita tak perlu jauh-jauh datang ke Inggris untuk melihatnya. Sekarang sudah ada replika bangunan tersebut. Iya sama namnya yaitu Stonehenge. Tapi kali ini bangunan tersebut ada di kawasan wisata lost world. Kawasan itu ada di daerah Sleman Yogyakarta. Ada di dalam rangkaian lokasi beberapa yang ada di dalam lost world.

Mulai dari perjalanan dari daerah Sleman tepatnya dari kecamatan pakem jalan menuju lokasi Stonehenge masih beraspal dan lebar. Jalan lebar itu masih sangat mulus dan tanpa ada kemacetan walaupun itu akhir pekan. Hanya saja jalan menanjak. Walaupun jalan menanjak, tak jadi soal karena memang jalan lancar. Setelah melewati pintu masuk kawasan wisata kita masih menginjakkan roda mobil kita di atas aspal yang sama. Lebar, mulus tapi semakin menanjak. Setelah masuk kawasan wisata banyak terdapat kantung-kantung parkir. Dari kantung parkir tersebut terdapat penyewaan Jeep. Tapi saya dan keluarga memutuskan untuk membawa mobil sendiri karena biar lebih hemat. Aku pikir juga jalan agak sulit tapi tidak begitu ekstrim. Setelah melewati tanjakan dan beberapa tikungan masuklah ke kawasan kebun sebelah perkampungan. Mulailah jalan berbatu yang memang dikhususkan untuk mobil Jeep atau mobil dengan penggerak roda depan belakang. Tapi kami masih nekat dan penasaran walaupun ada sedikit kekhawatiran tentang kondisi mobil. Selama perjalanan menuju ke lokasi Stonehenge kami berpapasan dengan rombongan mobil-mobil Jeep tersebut. Karena mereka yang hapal kawasan atau istilahnya yang punya kawasan maka jalan mereka sangat cepat. Tak peduli tanjakan dan bebatuan mereka libas. Terlihat para penumpang asik dan menikmati itu.

Setelah melewati jalan yang tidak mudah maka sampailah di lokasi lost world. Lokasi pertama dari kawasan itu adalah Stonehenge. Dengan tiket masuk 15k dan parkir mobil 5k maka kita memasuki kawasan wisata tersebut. Ekspektasi yang begitu tinggi tentang bangunan Stonehenge yang terkenal itu tapi sambil relalistis. Dalam benakku ya, paling bangunan tiruan tapi mungkin sangat mirip. Setelah masuk terlihat layaknya batu Stonehenge yang berjajar. Namun kesannya bukan hanya batu karena warna semen masih terlihat dan tidak menyerupai batu. Tapi okelah. Dengan perjalanan yang penuh perjuangan wisata Stonehenge cukup mengobati rasa penasaran. Sesampainya di sana banyak wisatawan yang memilih lokasi untuk berfoto. Ya emang saya lihat lokasi itu dan bangunan Stonehenge hanya untuk berfoto. Coba alangkah baiknya jika terdapat satu tour guide yang menjelaskan tentang bangunan itu. mengapa bangunan Stonehenge yang dipilih?. Apa karena sesuai dengan tema di pintu masuk yaitu dunia yang hilang. Ada beberapa penjelasan tentang Stonehenge di pinggir batu. Namun bagi saya yang sangat penasaran itu semua tak bisa memuaskan rasa penasaranku. Terus lokasi yang kurang lapang dan kurang luas membuat kesan Stonehenge kurang mirip. Disebelahnya terdapat tebing yang membuat kesan menjadi sempit. Ada beberapa hal yang positif yaitu udara yang ada Disana sangat segar. Mungkin karena daerah pegunungan.

Setelah puas berfoto ria kami memutuskan untuk pulang. Perjalanan dan pengalaman yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Tetap bangga karena paling tidak bisa berfoto di bangunan bersejarah dari luar negeri walaupun itu tiruan. Mungkin kalau mau ke sana dan mendapatkan kesan yang sempurna kita harus naik mobil Jeep. Pilihlah waktu yang cerah dan musim kemarau biar tidak terjebak mendung. Terus pilihlah hari biasa agar tidak terlalu ramai dan bisa menikmati perjalanan dengan santai dan tenang.

Kamis, 02 Mei 2019

AYANAZ DAN PENGEMBANGAN WISATA SEJARAH

May day adalah waktu yang tepat untuk buruh, eh bukan-bukan tapi hari libur untuk jalan-jalan. Rabu 1 Mei kemarin saya melakukan perjalanan wisata. Perjalanan yang cukup menegangkan. Betapa kita dibuat spot jantung ketika macet pada saat kita naik. Jalan menuju gedong songo dan Bandungan memang menanjak. sangat berbahaya jika kondisi mobil yang kurang fit dan kondisi sopir juga. Tidak sedikit yang memutuskan untuk putar balik karena melihat kondisi jalan nanjak dan nikung namun macet. Sebenarnya kalau tak mau susah kita tinggal parkir di bawah dan naik dengan ojek.

Terdapat kantung-kantung parkir namun itupun diperkampungan dengan kondisi jalan sempit. akan menjadi lancar dan tidak akan membuat spot jantung maka lebih baik lagi jika dibuat jalan tambahan. Ada jalan yang khusus buat naik dan ada jalan searah hanya untuk kendaraan turun. Saya yakin orang atau wisatawan akan terus bertambah jika akses atau infrastruktur baik. Tidak terlihat petugas kepolisian yang berjaga dan mengatur lalulintas juga menyulitkan pengendara karena menjadi macet panjang. Alternatif lain agar tidak macet adalah dengan adanya kantung parkir yang sangat besar dan ada bus atau angkutan antar jemput. Terus menggunakan tiket terusan. Itu kondisi ketika liburan.

Ayanaz adalah taman untuk spot foto. Terdapat banyak tempat foto yang berbentuk rumah eskimo namun berupa jaring-jaring besi. Di dalamnya terdapat aksesoris bantal. Taman berupa undak-undakan pengembangan bagian dari wisata sejarah gedong songo. Ada 3 balon udara namun tak terbang yang bisa juga digunakan untuk spot foto. Disaat rame memang tak begitu menarik karena kita harus berebut spot foto. Spot menarik lagi dari ayanaz adalah background pegunungan. Kita juga bisa memilih background rawa pening.

Konsep yang menarik dari gedong songo yang mau berkembang dan berinovasi. Dengan adanya inovasi ini maka akan meningkatkan jumlah pengunjung ke gedong songo. Sangat terlihat perbedaan pengunjung lebih banyak ke ayanaz daripada ke wisata gedong songo. Namun ini juga akan simbiosis mutualisme. Wisata gedong songo juga ikut rame karena ayanaz adalah bagian dari gedong songo.

Tiket masuk untuk masuk gedong songo adalah Rp. 10rb dan masuk ke ayanaz Rp. 10rb untuk anak-anak dan Rp.25rb untuk dewasa. Ya tak terlalu mahal lah karena spot foto yang dihadirkan cukup bervariasi. Namun sarannya adalah jangan masuk kesini saat musim hujan karena akan sia-sia udah masuk tapi malah ujan. Siapkan juga baterai hp dengan kondisi penuh. Agar pas lagi asik foto malah kehabisan daya. Selain itu akan lebih asik dan menghasilkan foto bagus ketika tempat wisata tidak terlalu ramai.

Ada juga wisata atau menyusuri area gedong songo dengan naik kuda. Harga  bervariasi tergantung jauh dan dekatnya jarak. Harga mulai Rp. 70rb sampai Rp. 100an rb. Sangat menyenangkan dan tidak akan membuat kita menjadi capek.

Demikian riview tentang pengembangan tempat wisata area gedong songo. Semoga tempat wisata terus berinovasi agar terus dikunjungi dan menjadi kebanggaan masyarakat sekitar.

ADA STONEHENGE DI YOGYAKARTA

Stonehenge adalah bangunan yang masih menjadi misteri. Banyak spekulasi dari beberapa ahli tentang sejarah bangunan tersebut. Mulai dari sej...