Cari Blog Ini

Selasa, 24 November 2015

wisata ke bandara

Hari ini adalah hari Minggu, Roy bangun pagi-pagi buta karena akan pergi ke Semarang. Roy adalah siswa kelas 4 SD Negeri Wonokerso. Hari ini dia berencana ikut ayahnya melihat pesawat terbang di bandara. Ayahnya mengajak Roy karena selama ini dia belum pernah melihat pesawat secara langsung dan hari libur kali ini adalah kesempatan untuk mengajak Roy ke Bandara. Ayah Roy adalah seorang supir yang biasa mengantar orang-orang yang akan pergi ke luar kota. Hari ini ayahnya akan pergi ke Semarang untuk mengantar rombongan yang akan ke Bandara Ahmad Yani. Mereka adalah orang-orang yang akan pergi keluar negeri untuk bekerja atau disebut sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Semua bekal dan perlengkapan yang akan dibawa Roy telah disiapkan oleh ibunya di dalam tas sekolahnya.
“Pak, ayo berangkat aku sudah siap” teriak Roy sambil menarik baju ayahnya.
“Ya sebentar kita menunggu orang yang akan kita antar” jawab ayahnya sambil melihat kearah jalan.
Beberapa saat kemudian rombongan orang yang di tunggu datang.
“Maaf pak Daroji kami terlambat, karena baru masak lontong dulu untuk bekal nanti” ujar  Muji ketua rombongan.   
“Ya, tidak apa-apa saya takut kalau terlambat nanti ketinggalan pesawat”  jawab Daroji ayah Roy.
Roy ikut pak?” tanya Muji.
“Iya, dia ingin melihat pesawat terbang secara langsung” jawab Daroji.
“Ayo kita berangkat sekarang! mumpung masih pagi” tambah Daroji.
Maklumlah kenapa pak daroji memerintahkan rombongan itu lebih cepat karena jaraknya yang jauh. Jarak antara rumah Roy ke Semarang atau Bandar Udara Ahmad Yani adalah 100 Km atau memakan waktu 2 jam perjalanan. Karena masih terlalu pagi dan kenyang setelah sarapan, Roy mengantuk dan tertidur lagi di dalam mobil. Sesampai di semarang Roy masih tertidur. Pak Daroji membangunkan Roy agar bisa melihat pesawat terbang dari dekat.
“Bangun-bangun sudah sampai di Semarang” ujar ayahnya sambil membangunkan Roy.
“Eeeehhh…ya pak.”saut Roy kaget sambil mereganggkan badan.
“Ayo cepat! Mau lihat pesawat terbang tidak?” tambah ayahnya agar Roy bergegas keluar dari mobil.
“Tunggu aku ayah” jawab Roy sambil berlari kearah ayahnya.

Daroji dan Roy berjalan masuk ke bagian pemberangkatan penumpang. Petugas bandara melarang karena mereka tidak akan naik pesawat. Mereka pun keluar dari ruang tunggu tersebut. Roy dan ayahnya berjalan keluar dengan wajah kecewa. Tiba-tiba seseorang  memberitahu kalau mereka bisa melihat pesawat terbang dari samping landasan pesawat. Mereka pun bergegas mencari lokasi yang dekat dengan landasan. Ternyata bagi orang-orang yang akan melihat pesawat terbang lepas landas ada tempatnya sendiri. Di bandara Ahmad Yani Semarang tempat tersebut adalah bagian dari wisata dan pengunjung dikenai biaya sebesar Rp. 1000, - per orang.
Beberapa saat mereka mengamati pesawat lepas landas atau terbang dari lapangan terbang. Roy mengamati proses pesawat-pesawat itu terbang baik take off (pesawat tinggal landas) ataupun  landings (mendarat). Setelah puas dia mengajak ayahnya keluar dari lokasi tersebut dan meminta agar ayahnya membeli cemilan dan buku tentang pesawat terbang.
“Pesawatnya besar-besar ya yah!” seru Roy dengan terkagum-kagum.
“Iya kan kita melihatnya dari dekat” jawab ayahnya.
“Ayah nanti aku di belikan buku tentang pesawat terbang ya?” Ujar Roy sambil memandang ayahnya.
“Iya nanti ayah belikan” jawab ayahnya.
“Asiiiik!!! Aku dibelikan buku tentang pesawat terbang” seru Roy kegirangan.
“Sampai rumah bukunya di baca untuk belajar” perintah ayahnya.
“Pastinya ayah, cita-citaku ingin jadi pilot hebat” jawab Roy dengan senang.
“Tapi sebelum beli buku,aku ingin jajan yah” tambah Roy.
“Kamu tuh selalu jajan dimanapun tempatnya” jawab ayahnya
“Ya sudah, sekarang kita keluar dari sini lalu beli buku dan jajan” tambah ayahnya
“Oke ayah” jawab Roy
Setelah membeli cemilan dan buku, Roy memakan cemilannya di dalam mobil sambil menunggu rombongan. Roy merasa lelah serta kenyang setelah melihat pesawat terbang dan memakan cemilan. Lagi-lagi dia tertidur di mobil, sementara ayahnya duduk disampingnya. ayahnya merasa bahagia karena Roy terlihat sangat gembira hari ini. Sesampainya di rumah
Roy terbangun. Disampingnya, ada buku tentang pesawat terbang yang dia beli. Roy membaca buku tersebut dan melihat gambar-gambar pesawat terbang. Keesokan harinya dia pergi ke sekolah dan membawa buku tentang pesawat terbang itu. Roy bertemu dengan teman-temannya dan menceritakan pengalamannya kemarin melihat pesawat terbang dari jarak dekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hal yang tak terlupakan saat Masa pengenalan sekolah baru

Berbagai hal sudah disiapkan untuk sekolah baru. Sepatu baru, tas baru, seragam baru dan semua hal yang baru. Sekolah baru adalah hal yang m...