Cari Blog Ini

Senin, 11 Februari 2019

KASIH SAYANG VERSI INDONESIA

Februari identik dengan hari kasih sayang. Bulan penuh cinta ini ditunggu oleh kalangan anak muda. Sudah lama keidentikan ini melekat antara bulan penuh cinta dan anak muda. Entah siapa mulai duluan atau karena mungkin hanya kaum muda yang memperingati bulan ini. Setiap manusia mempunyai perasaan dan bulan februari bisa dikatakan sebagai bulan mengedepankan perasaan. Banyak cara memperingati bulan ini yaitu memberikan bunga, memberikan coklat mengajak makan pasangan. Perasaan yang berbunga-bunga dalam memperingati bulan cinta ini yang dipercayai bahwa ini hanya bulan untuk pasangan kekasih. Makna yang menyempit ketika kasih sayang ini hanya untuk para pasangan. Perasaan sayang hanya berlaku pada pasangan kekasih masing-masing. Kasih sayang hanya berputar pada anak-anak muda yang mempunyai kekasih. Kita akan merasa aneh sendiri ketika memaknai hari kasih sayang ini dengan teman akrab kita. Kita akan sangat canggung ketika memaknai hari kasih sayang ini dengan orang tua kita. Walaupun kesimpulan itu tidak berlaku pada semua orang.

Sejarah
Valentine adalah hari raya yang diperingati para pasangan kekasih untuk bertukar notisi atau kartu berbentuk hati. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun.[1] Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine. (Sumber : Wikipedia)

Kasih sayang, yang Indonesia banget
Budaya luar berupa mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang pada kekasih kita ubah dengan versi Indonesia. Kita ucapkan rasa cinta dan kita curahkan rasa sayang kita pada keluarga, teman dan pada sesama. Pesan cinta ini beragam sesuai dengan budaya dan suku yang ada di Indonesia. Kita ambil makna dari kasih sayangnya dan kita lupakan sejarah dari hari kasih sayang. Kita ciptakan sendiri yang original yang sesuai dengan budaya Indonesia. Pada hari itu semua akan terasa damai dan penuh dengan cinta. Tidak ada perdebatan lagi antara pendukung cawapres. Tidak ada lagi berita bohong, tetapi yang ada berita cinta dan kasih sayang sesama masyarakat Indonesia. Rasa marah dan benci kita ubah menjadi sayang dan cinta. Indonesia terkenal dengan toleransi dan saling menghormati maka pada hari itu kita semua curahkan cinta dan kasih sayang pada sesama agar muncul kembali pesan damai dari setiap suku bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KALIMAT BERAKHIRAN -I DAN BERAKHIRAN -KAN PADA TEKS PROSEDUR

 Berikut ini beberapa kalimat berakhiran -i dan berakhiran -kan.  1. Lumuri daging dengan mentega.  2. Lumurkan mentega pada daging. 3. Oles...