Cari Blog Ini

Senin, 11 Februari 2019

RAYUAN POLITIK DAN CINTA

Menurut KBBI salah satu pengertian bahasa adalah percakapan yang baik, tingkah laku yang baik atau sopan santun. Bahasa digunakan untuk berkomunikasi antar orang yang satu dengan yang lainnya. Bahasa mempunyai beragam tujuan sekian untuk berkomunikasi, ada yang untuk menyampaikan pendapat, menyampaikan lelucon atau yang sedang banyak dilakukan orang yaitu mempengaruhi orang lain.

Kali ini kita akan mencoba membahas tentang bahasa rayuan bahasa persuasif. Persuasif itu bisa berarti ajakan yang ditujukan untuk orang lain agar orang tersebut mengikuti apa yang diinginkan oleh yang mengajak. Sekarang ini banyak bahasa rayuan yang dilakukan oleh politisi karena memang sekarang musim kampanye. Kampanye adalah kegiatan memperkenalkan diri sebagai calon anggota dewan agar dipilih oleh para pemilih. Dahulu sebelum era digital seperti sekarang kampanye dilakukan oleh juru kampanye dan mengumpulkan masa di lapangan. Massa yang berkumpul tersebut diberikan hiburan berupa orkes atau musik dangdut. Bahasa rayuan atau akan jelas dan singkat “ayo pilih partai ini”. Sesingkat dan sesimpel itu bahasa rayuan jaman dahulu. Kalau dilihat dari jenisnya maka jaman dahulu menggunakan bahasa persuasif tersurat atau secara langsung. Bahasa ini ditunjukkan dengan kata ayo, pilihlah, cobloslah. Berbeda dengan sekarang lebih banyak menggunakan kalimat persuasif tersirat atau makna yang terkandung di dalamnya. “hanya putra daerah yang tau permasalahannya”. Dari kalimat tersebut tidak ada kata mengajak, namun dibalik makna kalimat itu bahwa kita disuruh memilih orang mengetahui permasalahan dan asli putra daerah.

Kita tinggal masalah politik, terus bagaimana merayu di bagian yang lain. Karena ini bulan yang identik dengan kasih sayang maka kita akan membahas tentang bahasa persuasif untuk menarik perhatian lawan jenis. Cara merayu yang tepat akan memudahkan kita mendapatkan pasangan cepat pula. Bahasa merayu sudah tidak lagi romantis tatkala muncul rayuan gombal yang sering ditampilkan di layar kaca. Sebagai contoh yang sering keluar adalah tentang pertanyaan “bapak kamu tukang listrik ya? Dan lawan bicara akan menjawab “kok tau?” karena kamu telah menyetrum hatiku. maka kalau orang yang sudah menggunakan kalimat itu sudah pasti bisa ditebak kalau dia akan merayu. Namun perkembangan teknologi memudahkan kita untuk mencari kata-kata gombal untuk merayu. Bahasa persuasif akan muncul diakhir gombalan setelah melihat ekspresi dari lawan bicara menerima gombalan tersebut. Kata-kata romantis yang ampuh untuk merayu bukan lagi puisi namun gombalan yang disampaikan dengan cara bercanda. Kesan yang timbul ketika gombalan itu disampaikan sambil bercanda maka akan membuat si penggombal percaya diri untuk merayu. Jangan sampai kekurangan bahan untuk merayu karena internet banyak menyediakan bahkan ada buku tentang bahasa rayuan.

Selamat mencoba, gunakan rayuan maut agar terpilih jadi anggota dewan atau terpilih menjadi kekasih si dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KALIMAT BERAKHIRAN -I DAN BERAKHIRAN -KAN PADA TEKS PROSEDUR

 Berikut ini beberapa kalimat berakhiran -i dan berakhiran -kan.  1. Lumuri daging dengan mentega.  2. Lumurkan mentega pada daging. 3. Oles...